Review Film “A Good Day To Die Hard” Aksi Keluarga

a-good-day-die-hard-poster

57 tahun bukanlah sebuah usia yang muda lagi untuk aktor Bruce Willis. Seri pertama film Die Hard, juga mulai tayang pada tahun 1988, yang waktu itu sangat sukses dan mengangkat namanya. Die Hard = Bruce Willis, keduanya tidak bisa dipisahkan lagi.

Seri Die Hard terus berlanjut sampai pada filmnya yang ke-5 berjudul A Good Day To Die Hard. Kali ini untuk menemani John McClane, sang polisi yang banyak bicara ini hadirlah si anak, John “Jack” McClane, Jr.

Penghadiran sosok anak ini sangatlah tepat menurut saya. Karena memang John McClane diusianya harusnya sudah lebih ‘gampang’ mati dibandingkan masa mudanya. John “Jack” McClane, Jr yang merupakan agen CIA, digambarkan bekerja lebih profesional, sesuai prosedur dan juga lebih pandai dalam beberapa hal. Tapi tetap saja sosok John McClane yang membuat film ini hidup.

A-Good-Day-to-Die-Hard

Jika kamu pernah menonton seri sebelumnya, Die Hard 4 yang mengambil judul Live Free or Die Hard (2007), jangan berharap film A Good Day To Die Hard ini seliar film itu. Di sini, John McClane dan anaknya mendapatkan musuh yang lebih cupu dibanding film Live Free or Die Hard. Setelah film selesai dan lampu dinyalakan, beberapa orang terdengar ngomong, “cuman gitu doank ya.” Film ini entah kenapa sedikit terasa cepat habisnya.

Pada kisahnya kali ini diceritakan John McClane (Bruce Willis) digambarkan memiliki seorang putra –Di film-film sebelumnya, John McClane hanya mempunyai seorang putri– yang sudah lama tidak pernah bertemu dengannya. Putranya ini ternyata adalah anggota CIA, dan sedang tertangkap untuk disidang di negara Rusia karena kasus pembunuhan.

John McClane, berbekal informasi yang minim berangkat ke Rusia, untuk bertemu dengan putranya itu. Ternyata putranya itu berpura-pura tertangkap untuk menyelamatkan terpidana Yuri Komarov (Sebastian Koch), seorang tahanan politik yang menyimpan bukti kejahatan menteri Rusia, Chagarin (Sergei Kolesnikov).

Ditengah aksi penyelamatan oleh Jack, John mendadak muncul dan mengacaukan operasi yang telah CIA buat selama 5 tahun. Mereka pun berjibaku dengan para penjahat yang ingin mendapatkan file bukti kejahatan tersebut. Tanpa teman dan pertolongan di negara Rusia, aksi mereka sukses menghancurkan mobil-mobil mewah di sana.

Jangan berharap aksi berlebih yang biasanya selalu ada dalam setiap seri Die Hard. Film ini lebih bersifat drama. Tetap bisa membuat ketawa dengan bacotannya John McClane tentunya.

Ada sedikit yang tidak masuk akal dari film ini. John McClane digambarkan sebagai biang keonaran di film ini. Dia membuat operasi penyelamatan Yuri Komarov gagal, karena tindakan dia menyetop mobil anaknya selama 5 menit. Padahal pada pertengahan film digambarkan karena aksi John McClane inilah, rencana sang penjahat berjalan mulus. Padahal siapa yang akan tahu, John McClane akan datang untuk menyelamatkan putranya atau tidak. Ya, namanya juga film. (@iniyona)